Halaman

Powered By Blogger
**All content is my made

Tekan Kemiskinan, RI Dapat Utangan US$ 200 Juta dari ADB

Jakarta - Asian Development Bank (ADB) menyediakan pinjaman sebesar US$ 200 juta kepada Indonesia untuk melanjutkan reformasi guna memacu pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan.

Pinjaman ini telah disetujui oleh Dewan Direktur ADB telah menyetujui pinjaman program yang keenam buat Indonesia ini. 

"Reformasi yang terakhir ini akan membantu mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam jangka menengah," kata Ekonom Senior ADB Edimon Ginting dalam siaran pers, Selasa (14/12/2010). 

Dikatakan Edimon, saat ini angka pertumbuhan ekonomi di Asia masih di bawah angka sebelum krisis keuangan Asia 1997/1998. Sementara sekitar 40% dari penduduk masih berada sedikit di atas garis kemiskinan, membuat mereka rentan terhadap guncangan ekonomi.

Upaya-upaya untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, mengurangi kemiskinan dan memperbaiki akses penyediaan layanan umum telah menjadi prioritas utama pemerintah.
           
Pinjaman ini diberikan guna memperbaiki bantuan sosial dan terus mengurangi kemiskinan, maka upaya-upaya seperti pemberian bantuan langsung tunai bersyarat, asuransi kesehatan bagi rakyat miskin, dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) sudah dijalankan.

"Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan reformasi kebijakan di bidang yang sangat penting ini diantaranya dengan memperkuat koordinasi dan akuntabilitas, perbaikan ketepatan dalam pengukuran kemiskinan dan menyusun satu sistem penentuan target nasional untuk menjamin bahwa manfaat program bisa dirasakan oleh kelompok miskin dan rentan," kata Edimon.
          .
Pinjaman dari dana komersial ADB (Ordinary Capital Resources/OCR) ini memiliki masa pengembalian 15 tahun termasuk masa tenggang 3 tahun dan bunga ditentukan sesuai dengan ketentuan fasilitas pinjaman LIBOR. Lembaga pelaksana program adalah Kementerian Koordinator Perekonomian.

ADB yang berkedudukan di Manila bertekad untuk mengurangi kemiskinan di kawasan Asia dan Pasifik melaui pertumbuhan ekonomi yang melibatkan semua pihak, pertumbuhan yang berwawasan lingkungan secara berkelanjutan dan integrasi regional.

ADB berdiri tahun 1966 dan dimiliki oleh 67 negara anggota di mana 48 diantaranya ada di kawasan Asia.

Pada tahun 2009 ADB menyetujui total pinjaman US$16,1 miliar untuk pembiayaan operasional termasuk pinjaman, hibah, penjaminan, program fasilitas pembiayaan perdagangan, investasi ekuitas, dan bantuan teknis. ADB juga memobilisasi pendanaan bersama sebesar US$3,2 milliar.


Sumber :

0 komentar:

Posting Komentar

please take to the play :))

It's My Life(Sample)

Andaikan malam dapat tetap menghangatkan aku disini..

Mungkin aku takan pernah mencoba untuk mencari kembali..

Dan bila waktu yang ada di bumi dapat ku genggam ..

Kan ku hadirkan keindahan rasa yang tak pernah di bayangkan ..

Perlahan kelam kan bergantikan sebuah asa yang telah terhujam ..

Aku kan tetap terus menantikan bertumbuhnya SATU RASA dalam penantianku ini..

Example in my mind :')
(BY :RXID)
all in this blog by:Christian Ivandaru Sabtiadi. Diberdayakan oleh Blogger.